Ronaldo Rozalino

Beranda » Agama » Pengertian Barokah, Berkah, dan Berkat dalam Pembahasan Linguistik

Pengertian Barokah, Berkah, dan Berkat dalam Pembahasan Linguistik

Pengertian Barokah, Berkah, dan Berkat dalam Pembahasan Linguistik

Barokah (البركة) dalam kamus Al-Munawwir diterjemahkan sebagai nikmat (Munawwir, 1997:78). Kata barokah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi dua bentuk yang berbeda, yaitu berkah dan berkat. Keduanya memiliki makna yang serupa tapi tak sama.

Berkah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179) yang masuk dalam kelas kata nomina memiliki ‘karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia’. Sedangkan kata berkat dalam KBBI Pusat Bahasa, memiliki dua makna yang berbeda, homonim. Lema (kata) berkat yang pertama memiliki empat makna, masing-masing adalah 1. karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia; 2. doa restu dan pengaruh baik dari orang yang dihormati (guru); 3. makanan dan sebagainya yang dibawa pulang sehabis kenduri; 4. mendatangkan kebaikan atau bermanfaat (2008:179-180). Berdasarkan kelas katanya, kata berkat dalam arti 1, 2, dan 3 berkedudukan sebagai nomina. Sedangkan arti yang keempat merupakan verba yang digunakan dalam ragam cakap.

 

Lema (kata) berkat yang kedua yang terdapat dalam KBBI berkedudukan sebagai partikel yang searti dengan karena dan akibat (2008:180). contoh: berkat bantuannya kami dapat pulang segera sama dengan karena bantuannya kami dapat segera pulang.

Dalam ragam cakap (Jawa khususnya), lebih sering diucapkan berdasarkah pelafalan bahasa Arab /barokah/. Kata barokah yang digunakan dalam bahasa Indonesi merujuk pada rahmat/nikmat dari tuhan. Selain itu, juga merujuk pada berkah yang bermakna doa restu orang suci. Akan tetapi, pada dasarnya keduanya merupakan hal yang sama. Barokah dari kiai (misalnya) merupakan berkah dari Tuhan. Mendapat berkah (barokah) dari Tuhan karena didoakan oleh orang yang suci. Jadi, pada dasarnya rahmat dan nikmat tetaplah dari Tuhan. Selain berkah dan barokah, kata berkat juga sering digunakan dalam ragam tutur (khususnya Jawa) yang sama persis artinya dengan arti yag ketiga dalam KBBI, yaitu makanan yang dibawa sepulang kenduri.

Dalam masyarakat tutur Jawa yang suka otak-atik-gathuk (cara mencari asal-usul dari yang sudah ada), berkat (biasa juga dilafalkan /brekat/) memiliki arti mari dibrekno diangkat, setelah diletakkan kemudian diangkat. Memang dalam kenduri yang berlaku dalam masyarakat begitu adanya. Makanan yang telah dibungkus dalam kotak atau wadah lain, dibagikan dengan cara diletakkan di hadapan peserta kenduri kemudian diangkat oleh masing-masing peserta untuk dibawa pulang.

Oleh karena sangat luasnya makna kata berkah tersebut, dalam Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia (TABI), kata berkah memiliki sinonim yang tidak sedikit. dalam TABI Pusat Bahasa, berkah bersinonim dengan bantuan, berkat, hidayah, hidayat, inayat, karunia, kebahagiaan, kurnia, pangestu, pertolongan, rahmat, restu, sempena, dan tuah (2009:83). Kata berkah ini berantonim dengan musibah.

Pada dasarnya, hidayah dan hidayat; kurnia dan karunia; bantuan dan pertolongan; rahmat, hidayah dan inayah ; memiliki makna yang sama, dan sudah sering didengar oleh masyarakat luas. Yang terasa masih asing adalah tuah dan sempena. Sempena  dalam KBBI diberi label kl yang berarti kata yang digunakan dalam ragam melayu klasik, suah jarang digunakan dalam percakapan dewasa ini dan searti dengan kata tuah. Kata tuah selain memiliki arti berkat (berkah) juga memiliki arti keramat dan sakti.

Dari sekian banyak pengertian barokah, berkah, dan berkat di atas, maka hidup indah bila mencari berkah[i]. Yang berarti hidup yang mencari nikmat yang berasal dari Tuhan, bukan nikmat duniawi semata. Semoga hidup kita mendapat berkah. amin J.

wallahu a’lam.

Rujukan:

Munawwir, A.W. 1997. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progressif.

Sugono, Dendy (peny.) 2008. Kamus Besar Bahasa Indoesia Pusat Bahasa edisi keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugono, Dendy (peny.) 2009. Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Mizan.


[i] potongan lirik lagu dari Wali Band.

Source: www.mangaran.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CV Jembatan Merah

085363554777
Menerima:
Shooting dan Photo Pernikahan
Editing Video ke CVD/DVD
Transfer Kaset Mini DV, Digital 8 ke VCD/DVD
Pembuatan Video Klip
Recording Audio Video
Studio Musik (Rental Band)
%d blogger menyukai ini: