Ronaldo Rozalino

Beranda » 2014 » September

Monthly Archives: September 2014

Manfaat Menakjubkan Musik bagi Kesehatan

Violino Ridho Putra kembali berlatih Drum Set di JM 83 STUDIO (8)

Manfaat Menakjubkan Musik bagi Kesehatan

Tak hanya mampu meredakan stres, tapi juga beberapa penyakit.

Musik ternyata tak hanya indah untuk didengar sehingga tubuh menjadi rileks, tetapi juga bisa membantu Anda mengatasi beberapa penyakit tertentu.

Di India, musik bahkan telah lama dikaitkan dengan terapi penyembuhan karena diyakini memiliki efek terapeutik. Melodi yang menenangkan seperti bunyi yang dikeluarkan oleh seruling, harmonium atau gitar dapat membuat suasana hati seseorang yang mendengarnya menjadi lebih baik.

Berikut adalah beberapa manfaat musik bagi kesehatan jiwa dan fisik:

1. Mengurangi kecemasan dan stres
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik religius atau suara seruling dikaitkan dengan penurunan tingkat kecemasan dan stres sehingga memberikan rasa nyaman bagi seseorang yang mendengarkan musik tersebut.

2. Mengurangi rasa sakit
Ingin mengurangi rasa sakit atau meredakan stres? Cobalah mendengarkan musik lembut yang menyamankan hati Anda. Para peneliti percaya bahwa mendengarkan musik dapat membantu melawan rasa nyeri, menghilangkan stres dan bahkan mengalahkan depresi karena langsung bisa memperbaiki suasana hati Anda.

3. Membantu menurunkan tekanan darah
Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik damai dengan menutup mata dapat meredam ketegangan yang terjadi dalam tubuh Anda yang pada gilirannya mampu menurunkan tekanan darah Anda.

4. Baik untuk kesehatan jantung
Mendengarkan musik selama setengah jam tidak hanya menenangkan telinga, tetapi juga baik untuk jantung sebagai getaran yang baik dari musik yang menenangkan mengatur irama jantung. Tak hanya itu, pernapasan Anda pun menjadi lebih teratur dan santai begitu pula dengan otak Anda yang menjadi rileks.

5. Meringankan migren dan sakit kepala
Musik juga bisa dijadikan sebagai obat alami yang dapat membantu meredakan sakit kepala dan migrain, karena musik yang lembut bisa menenangkan saraf otak.

6. Meningkatkan kekebalan
Mendengarkan musik yang benar-benar menenangkan hati bisa mengirimkan pesan ke otak untuk mengeluarkan hormon positif yang pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh.

7. Meningkatkan konsentrasi dan memori
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa kita belajar lirik lagu awal tapi sulit untuk mengingat hal-hal penting lainnya. Hal ini karena musik mengaktifkan otak dan membantu dalam retensi informasi dan peningkatan konsentrasi. (Zeenews)

Formasi CPNS Kuansing 2014

Formasi CPNS Kuansing 2014

Formasi CPNS Kuansing 2014

Ket Foto : Ujian seleksi CPNS Kuansing tahun 2013 lalu di Kuansing Sport Centre Stadion. ( ktc )

 

RINCIAN FORMASI ASN DAERAH DARI PELAMAR UMUM

PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
TAHUN ANGGARAN 2014

 Klik ini : Formasi CPNS Kuansing 2014  (untuk lebih lanjutnya)

ATTITUDE lebih penting dari SKILL dan KNOWLEDGE

ATTITUDE lebih penting dari SKILL dan KNOWLEDGE

Kita tidak mungkin dapat terus-menerus bertumbuh tanpa disertai Pertumbuhan KARAKTER. 

Menurut Havard Business Scholl Pertumbuhan Karakter itu disebabkan oleh tiga komponen, Yaitu :
  1. Pengetahuan (Knowledge).
  2. Keterampilan (Skill).
  3. Sikap (Attitude).
Dari ke tiga item di atas pasti ada yang paling penting dari ketiganya, tapi apa yang paling penting dari 3 komponen itu ?, ayo kita selidiki dengan pendekatan MATEMATIKA SEDERHANA, Sangat sederhana. 
Dasarnya setiap huruf dalam alfabet memiliki nilai sesuai dengan urutannya dalam alfabet, contohnya : “A” bernilai  1 karena huruf “A” ada di urutan pertama dalam alfabet, “B” bernilai 2 karena huruf “B” ada diurutan ke 2 dalam alfabet, begitu seterusnya “C” bernilai 3, “D” bernilai 4,dst.. 

Sekarang untuk mengetahui mana yang lebih prioritas dari 3 komponen pembentuk karakter, caranya sederhana hitung nilai dari kata KNOWLEDGE, SKILL, ATTITUDE. 

K-N-O-W-L-E-D-G-E :::: 11+14+15+23+12+5+4+7+4, Hasilnya 95
S-K-I-L-L :::: 19+11+9+12+12, Hasilnya 63
ATTITUDE :::: 1+20+20+9+20+21+4+5, Hasilnya 100 (SEMPURNA)

dari perhitungan sederhana diatas dapat dilihat ATTITUDE memiliki nilai yang sempurna, jadi memang benar kalo keberuntungan seseorang lebih ditentukan oleh sikapnya. percuma kalo punya ilmu punya keterampilan tapi sikapnya buruk. Source: malefrogs.blogspot.com

Download Lirik dan Lagu Manganyam Seni Budaya Kuantan Singingi

LAGU MANGANYAM

CIPT. NN

MANGANYAM KITO BASAMO SAMO

TORANG BULAN BAKILAU-KILAUAN

KAMI DUDUAK BACANDO IYO

KOTO TOLUAK MALAM TORANG BULAN

KAN YO BAITU YO RANG TOLUAK

* JARI ALUI DIPAMAINKAN

TIKAR KOMBUIK KAMI KAROJOKAN

CALEMPONG TINGKAH SAYUIK KADONGARAN

NAN PANGHIMBUR HATI HANDAI TAULAN

REFF:

BILO MALAM BULAN MAMBARI HIBURAN

MANGANYAM KAMI DUO LA BADUO

KOTO TOLUAK MALAM TORANG BULAN

(INTERLUDE)

BILO MALAM BULAN MAMBARI HIBURAN

MANGANYAM KAMI DUO LA BADUO

KOTO TOLUAK MALAM TORANG BULAN

KAN YO BAITU YO RANG TOLUAK

BACK TO *

Klik Tulisan Dibwah Ini Untuk Mendownload:

Download Lirik dan Lagu Manganyam Seni Budaya Kuantan Singingi (Ziddu)

Download Lirik dan Lagu Manganyam Seni Budaya Kuantan Singingi (4Shared)

Lirik Lagu Kuantan Tanah Tumpah Musik Budaya Kuantan Singingi

Lirik Lagu Kuantan Tanah Tumpah Musik Budaya Kuantan Singingi

KUANTAN TANAH TUMPAH

KUANTAN TANAH TUMPAH

TANAH SUBUR SENTOSA

HASILNYA GETAH PARA

PENGHIDUPAN RAKYATNYA

INDAH PEMANDANGANNYA

DITEPINYA KUANTAN

PENGHIBUR HATI DUKA

DIWAKTU TERANG BULAN

IBU NEGERI RAMAI

KOTA TALUK YANG PERMAI

TERLETAK TEPI SUNGAI

PENDUDUK SUKA DAMAI

NYIUR BAMBU MELAMBAI

MEMANGGIL PERANTAUAN

PULANGLAH DIKAU TEMAN

KITA BANGUN KUANTAN

13 Kedudukan Shalat dalam Islam

13 Kedudukan Shalat dalam Islam

Shalat itu memiliki kedudukan yang mulia. Dalil-dalil yang diutarakan kali ini sudah menunjukkan kedudukan dan muliannya ibadah shalat.

1- Shalat adalah tiang Islam. Islam seseorang tidaklah tegak kecuali dengan shalat.

Dalam hadits Mu’adz disebutkan, رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Yang namanya tiang suatu bangunan jika ambruk, maka ambruk pula bangunan tersebut. Sama halnya pula dengan bangunan Islam.

2- Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)

3- Perkara terakhir yang hilang dari manusia adalah shalat.

Dari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِى تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ

“Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya, dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad 5: 251. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid)

Hadits ini jelas menyatakan bahwa ketika tali Islam yang pertama sudah putus dalam diri seseorang, yaitu ia tidak berhukum pada hukum Islam, ia masih bisa disebut Islam. Di sini Nabi tidak mengatakan bahwa ketika tali pertama putus, maka kafirlah ia. Bahkan masih ada tali-tali yang lain hingga yang terakhir adalah shalatnya.

Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَوَّلُ مَا يَرْفَعُ مِنَ النَّاسِ الأَمَانَةُ وَ آخِرُ مَا يَبْقَى مِنْ دِيْنِهِمْ الصَّلاَةُ

“Yang pertama kali diangkat dari diri seseorang adalah amanat dan yang terakhir tersisa adalah shalat.” (HR. Al Hakim At Tirmidzi dan disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’, 2: 353).

4- Shalat adalah akhir wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa di antara wasiat terakhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Jagalah shalat, jagalah shalat dan budak-budak kalian” (HR. Ahmad 6: 290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya).

5- Allah memuji orang yang mengerjakan shalat.

Allah Ta’ala berfirman, وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا (54) وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا (55)

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya. ” (QS. Maryam: 54-55).

6- Allah mencela orang yang melalaikan dan malas-malasan dalam menunaikan shalat.

Allah Ta’ala berfirman, فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59).

Dalam ayat lain disebutkan, إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa’: 142).

7- Rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat adalah shalat.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun atas lima perkara, yaitu : (1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji ke Baitullah (bagi yang mampu, -pen), (5) berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

8- Shalat diwajibkan tanpa perantara Jibril ‘alaihis salam. Tetapi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang langsung mendapatkan perintah shalat ketika beliau melakukan Isra’ dan Mi’raj.

9- Awalnya shalat diwajibkan sebanyak 50 shalat. Ini menunjukkan bahwa Allah amat menyukai ibadah shalat tersebut. Kemudian Allah memperingan bagi hamba-Nya hingga menjadi 5 waktu dalam sehari semalam. Akan tetapi, tetap saja shalat tersebut dihitung dalam timbangan sebanyak 50 shalat, walaupun dalam amalan hanyalah 5 waktu. Ini sudah menunjukkan mulianya kedudukan shalat.

10- Allah membuka amalan seorang muslim dengan shalat dan mengakhirinya pula dengan shalat. Ini juga yang menunjukkan ditekankannya amalan shalat.

Allah Ta’ala berfirman, قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-9).

Baca selengkapnya di website kami Rumaysho.Com >> http://rumaysho.com/shalat/13-kedudukan-shalat-dalam-islam-4953

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal”

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal”

“Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.
“Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak.

Kalimat itu sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal, padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya.

Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis.

Hindari Sebutan Nakal

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut.

Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua atau lingkungannya!

Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.

Banyak kisah tentang anak-anak kecil yang cacat atau meninggal di tangan orang tuanya sendiri. Cara-cara kekerasan yang dipakai untuk menanggulangi kenakalan anak seringkali tidak tepat. Watak anak sebenarnya lemah dan bahkan lembut. Mereka tak suka pada kekerasan. Jika disuruh memilih antara punya bapak yang galak atau yang penyabar lagi penyayang, tentu mereka akan memilih tipe kedua. Artinya, hendaknya orang tua berpikiran “tua” dalam mendidik anak-anaknya, agar tidak salah dalam mengambil langkah.

Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat

Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi

Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu

Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar

Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai

Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil

Bila anak merasa aman, ia belajar percaya

Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya

Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.

Cara Pandang Positif

Hendaknya orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal.

“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.

“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan anaknya bolos sekolah.

Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak. By:Cahyadi Takariawan