Ronaldo Rozalino

Beranda » 2015 » Mei

Monthly Archives: Mei 2015

7 Wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

7 Wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Segala puji hanya milik Allah Swt. yang telah mengirimkan utusan-Nya bernama Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai suri teladan untuk seluruh umat manusia. Seorang insan yang telah memberikan contoh berperikehidupan mulia bagi seluruh alam.

 

Saudaraku, melalui ribuan haditsnya, Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengabadikan wasiat tentang nilai-nilai kebajikan sebagai pedoman hidup bagi umatnya dan juga bagi seluruh manusia. Salah satunya adalah wasiat yang beliau sampaikan kepada salah seorang sahabatnya yaitu Abu Dzar Al Ghifari RA..

 

Dari Abu Dzar RA., ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:

(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,

(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,

(3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,

(4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah),

(5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,

(6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan

(7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam-imam ahli hadits, diantaranya adalah Imam Ahmad, Imam Ath Thabrani, Imam Ibnu Hibban, Imam Abu Nu’aim, dan Imam Al Baihaqi.

 

InsyaAllah pembahasan satu-persatu 7 wasiat  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam akan dilanjutkan pada posting berikutnya.

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Source: www.smstauhiid.com

9 KALIMAT SEDERHANA INI MEMBUAT SUAMI SELALU CINTA ISTRI

9 KALIMAT SEDERHANA INI MEMBUAT SUAMI SELALU CINTA ISTRI

Perjalanan hidup kita setelah menikah akan senantiasa dilalui bersama pasangan (suami). Dan itu adalah waktu yang tidak pendek, melainkan sangat panjang. Pernikahan hanya butuh sehari namun setelahnya dibutuhkan waktu yang panjang untuk membuktikan komitmen dari kedua pihak.

Banyak hal yang akan terjadi dalam pernikahan, baik suka maupun duka dan untuk membangun hubungan pernikahan yang harmonis diperlukan fondasi yang kuat. Salah satunya adalah menjaga komunikasi yang positif dan hal ini seharusnya dibangun sejak dini. Kedua pihak berkewajiban menjaga komunikasi dengan pasangan agar selalu mesra dari hari ke hari.

Berikut ini adalah kalimat yang meskipun sederhana namun pada dasarnya selalu ingin didengar pasangan kita dan membuatnya semakin cinta:

1.Hati-hati, sayang…

Ucapkan hal itu saat suami akan pergi bekerja atau bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa istri sangat peduli pada keselamatan suami.

2.Terima kasih, sayang…

Kalimat sederhana ini sangat penting dalam pernikahan. Ketika kita mengucapkan “Terima kasih, sayang” pasangan akan merasa menerima penghargaan dan dihargai dan akan membuat dia semakin bersemangat lagi untuk saling memberikan pelayanan terbaik dalam keluarga.

3.Ganteng banget hari ini…

Terkesan gombal? Jangan salah, laki-laki juga suka dengan pujian. Meski umur makin bertambah, rambut mulai memutih, tapi sebenarnya suami semakin matang dalam karir dan kepribadian. Maka, jangan biarkan dia merasa tak menarik lagi. Kalimat ini membuat suami tetap merasakan istri tak hilang kekaguman atas dirinya.

4.Mau dimasakkan apa nanti?

Urusan perut juga penting loh. Saat kita menanyakan hal ini, suami akan membayangkan makanan kesukaannya dan hal ini mengalirkan efek positif dalam pikirannya. Membayangkan masakan favorit menunggu di rumah akan membuat suami semangat untuk makan dirumah bersama keluarga.

5.Aku beruntung menjadi pendampingmu

Ingat, begitu banyak yang suami telah lakukan untuk istri dan anak-anaknya. Dari membetulkan kran yang bocor, mengganti lampu yang mati hingga mencari nafkah. Semua dilakukan untuk keluarganya. Kalimat ini menunjukkan syukur istri terhadap suami.

6.Apa yang bisa aku bantu, Sayang

Meskipun kalimat ini terdengar sederhana namun terkadang dalam pernikahan tidak sering diucapkan. Menjadi istri yang senantiasa siap untuk menolong ataupun menawarkan pertolongan akan menghadirkan suasana yang positif sehingga tercipta suasana saling peduli.

7.Kamu memang suami yang hebat

Hargai suami atas pencapaian prestasi yang diraih. Hal ini akan menumbukan semangatnya dalam menghasilkan yang terbaik setiap saat.

8.Kita pasti bisa lalui masalah ini bersama-sama

Disaat ada masalah, yakinkan suami bahwa istri akan senantiasa setia disampingnya dan siap untuk menjalani cobaan bersama-sama. Kalimat sederhana ini dapat menumbuhkan kembali harapan dan menumbuhkan kekuatan untuk terus melangkah dan mencari solusi bersama-sama.

9.Yuk, kita buat perencanaan berlibur yang menyenangkan

Siapa sih yang tidak suka berlibur? Membuat perencanaan berlibur bersama-sama tentu sangat menyenangkan. Suami dan istri bisa saling mengungkapkan keinginannya sehingga suasana senantiasa hangat.

Nah, sederhana bukan. Yuk mulai jalin komunikasi yang senantiasa positif kepada suami sehingga dia nyaman mendiskusikan kegagalan, dan ketidakmampuannya senyaman saat ia membicarakan kelebihan, kesuksesan, dan kemampuannya.

Sumber : ummi-online. com

BAHAYA MENERIAKI ANAK DAN CARA MENJADI IBU YANG LEBIH SABAR

BAHAYA MENERIAKI ANAK DAN CARA MENJADI IBU YANG LEBIH SABAR

Jika Anda meneriaki anak Anda, lalu menyesal setelahnya, ini saran buat Anda.

Saya, suami dan dua anak kami sedang menikmati liburan santai di Hawaii. Kami sedang berkendara di mobil melalui jalan berliku (dan berbahaya) dan menuju Hana. Saat kami sedang melihat betapa indahnya tebing dan pantai, peristiwa itu tiba-tiba terjadi; tanpa alasan jelas, anak laki-laki kami yang berusia 5 tahun melempar botol air ke arah suami.

Botol itu mengenai kaca dan membuat suara keras. Hanya keajaiban yang membuat kami tidak menabrak sesuatu — meski kami sempat kehilangan kendali. Saya dan suami sontak memarahi, berteriak dan mengancam.

“Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu tidak tahu kalau itu amat berbahaya? Kita sedang menikmati liburan, dan kamu melempar botol air tanpa alasan?” Lagi dan lagi kami memarahinya — melebihi apa yang sepantasnya diterima anak TK.

Air mata mulai mengalir di pipi anak saya. Bibirnya gemetar, dan ia mulai menangis. Kami pun menenangkan diri dan melanjutkan perjalanan, dan saya mencoba melupakan semua kejadian tersebut.

Beberapa minggu kemudian, saya memutar ulang video liburan kami di Hawaii. Ternyata insiden pelemparan botol air itu tidak sengaja terekam kamera (yang saya lupa matikan). Tanpa gambar, saya bisa mendengarkan diri saya sendiri sedang meneriaki anak kami dan mempermalukannya.

Saya mencoba menahan air mata. Bagaimana saya bisa berlaku seperti itu di depan anak saya sendiri, anak saya? Saya mungkin rekaman suara di kamera video, tapi tidak akan pernah bisa menghapus kejadian tersebut dari ingatan.

Suka atau tidak, sebagian orang tua mengamuk di depan anak kesayangan mereka. Kadang kemarahan itu ditujukan pada anak, kadang juga tidak. Tapi itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Untungnya, ada cara sederhana yang bisa diambil untuk memperbaiki keadaan:

Harga dari sebuah kemarahan
Pertama, ingatlah mengamuk di depan anak bukan cara tepat menjadi orang tua. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada kejiwaan mereka, ujar ahli psikologi Matthew McKay, Ph.D, profesor dari Wright University di Berkeley, California, dan penulis “When Anger Hurt Your Kids”.

“Studi yang ada menunjukkan bahwa orangtua yang menunjukkan kemarahan di depan anaknya akan membuat anak tersebut menjadi kurang empatik, kata McKay.

Anak tersebut akan menjadi agresif dan mudah depresi dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang tenang, dan memiliki performa yang kurang baik di sekolah. Kemarahan dapat mengurangi kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia, ujar McKay.

Semakin muda usia anak tersebut, maka semakin besar dampaknya. “Ketika anak masih kecil, Anda adalah dunianya,” ujar psikolog Robert Puff, Ph.D, penulis “Anger Work: How to Express Your Anger and Still Be Kind”. “Ketika Anda marah, dunia mereka terguncang. Saat mereka tumbuh dewasa. mereka punya teman, dan orang lain dalam hidup mereka, dan hal itu akan mengurangi efeknya.”

Satu lagi yang harus diperhatikan: Kemarahan tanpa kata-kata pada umumnya tidak akan membuat efek sebesar kemarahan biasa, ujar McKay.

Anak itu sebenarnya bisa belajar pelajaran penting dari melihat Anda marah sampai menenangkan diri. “Hal itu akan menunjukan pada anak bahwa kita semua bisa marah, tapi yang terpenting adalah memperbaiki keadaan sesudahnya,” ujar McKay. Ini adalah langkah untuk melakukannya.

Ketika Anda meneriaki anak

Ketika Jennifer dari Huntington Beach, California, pergi ke Disneyland dengan tiga anaknya, dia tidak sadar “tempat paling bahagia di Bumi” akan menjadi salah satu lokasi momen paling buruknya sebagai orangtua. “Waktu itu hari sangat panas dan ramai” ujar Jennifer. “Dua anak saya menderita penyakit paru-paru dan bisa menggunakan kartu khusus untuk menghindari antrean. Tapi anak saya yang berusia 13 tahun menghilangkan kartunya. Tiba-tiba saya meneriakinya, setelah itu anak saya mulai menangis. Semua orang yang ada di sekitar melihat saya dengan jijik. Saya terus meminta maaf. Air mata saya juga mulai mengalir karena telah melukainya.”

Studi University of New Hampshire menemukan, 90 persen orangtua mengakui pernah memarahi anaknya pada usia 2-12 tahun, dalam periode satu tahun (10 persen lagi pasti malaikat atau punya ingatan yang buruk).

Untuk menghindari meneriaki anak, kami berikan beberapa tips: Saat Anda marah bayangkan anak Anda sebagai bayi, ujar Dr. Sandra P Thomas, profesor dari University of Tennessee, Knoxville, dan penulis dari “Use Your Anger: A Woman’s Guide to Empowerment”.

“Anak yang lebih tua dan remaja memang tidak selucu bayi, dan kadang mereka menyebalkan,” ujarnya. “Ketika Anda marah, ingatlah mereka sebagai bayi, hal itu akan membantu Anda.”

“Jika Anda bisa, istirahatlah sebentar, dan pergilah ke ruang sebelah meski hanya satu atau dua menit” ujar Laura J. Petracek, Ph.D., penulis “The Anger Workbook for Women”.

Jika Anda terlanjur marah, hal yang paling penting adalah memperbaikinya. Jangan tergoda untuk menyalahkan anak Anda karena memicu amarah. “Katakan, aku sangat kecewa pada kecerobohanmu, tapi aku seharusnya tidak berteriak seperti itu, aku minta maaf.” ujar Thomas. Berjanjilah Anda tidak akan melakukannya lagi, hibur anak Anda seperlunya.

Ketika Anda bertengkar dengan pasangan
Angie dari Seattle mengatakan hidupnya penuh tekanan sejak suaminya kehilangan pekerjaan dan mereka sering bertengkar di depan anak mereka yang berumur tiga tahun, Lexi.

“Semalam saya memarahi suami karena tidak membersihkan rumah,” ujarnya. “Lexi datang dan menarik baju saya sambil berkata, ‘Ayah jangan dimarahi’, mata Lexi terlihat sangat ketakutan. Kami akhirnya berhenti bertengkar dan mencoba meyakinkannya, bahwa ayah dan ibunya masih saling mencintai, tapi saya tidak tahu apakah Lexi percaya.”

Anak bisa sangat terpukul jika melihat orang tuanya bertengkar, ujar Charles Spielberger, Ph.D., psikolog yang mempunyai spesialisasi dalam studi kemarahan di University of South Florida. Sangat penting untuk segera memperbaiki keadaan.

Tidak usah menjelaskan keadaan dengan membacakan daftar cucian yang tidak dikerjakan pasangan Anda, hal itu hanya akan membuat anak stres. “Lebih baik katakan seperti ini: ‘Saya sangat marah dengan ayahmu tadi, kami telah membicarakannya dan sedang memperbaikinya, orang tinggal bersama kadang bisa marah, maaf telah berteriak, kami masih saling menyayangi.'”

Jika bisa, katakan apa yang akan Anda lakukan lain kali, ujar Jerry Deffenbacher, Ph.D., profesor psikologi di Colorado State University, yang mempelajari masalah kemarahan. Hal itu akan membuat anak belajar dari pengalaman, contohnya: “Saya marah pada ayahmu karena menghanguskan roti, tapi saya minta maaf, harusnya saya tidak berteriak seperti itu. Lain kali kami akan menggunakan timer di dapur saat menyalakan oven.”

Jangan berkomentar terlalu banyak. Menjelaskan terlalu banyak akan membuat anak Anda seperti terapis atau mediator. Jangan melibatkan anak terlalu jauh.

Ketika bertengkar dengan orang asing
Saat Fiona dari Detroit memasang sabuk pengaman untuk anaknya setelah kembali dari toko roti, seorang pengemudi yang lebih tua darinya berhenti di dekatnya dan membunyikan klakson. “Dia berteriak, tutup pintumu!” tanpa memberi peringatan kalau saya menutupi jalannya. Saya langsung berteriak “Apa tidak bisa lihat kalau saya sedang meletakkan bayi di kursi? Dasar $%*#@?!’”

“Anak kembar saya yang duduk di kursi belakang sangat terkejut, dan aku merasa sangat bersalah pada anak saya.”

Insting Anda pasti ingin meminta maaf, tapi jangan. Semua orang bisa marah, Anda tidak boleh minta maaf karena kemarahan. (Hal ini penting jika Anda punya anak perempuan — anak perempuan pada usia muda memendam perasaannya).

Lebih baik terangkan apa yang membuat Anda marah. Ujar McKay: “Katakan, ‘orang itu melukai perasaan saya dan saya sangat marah.'” Kemudian, mintalah maaf karena cara Anda meluapkan kemarahan. “Pastikan anak tahu makian — atau apa pun yang Anda lakukan itu salah” ujar Thomas.

Mengatasi amarah Anda
Untuk tetap bersabar, ikutilah beberapa aturan dasar berikut:

-Tanyakan pertanyaan yang tepat ketika anak membuat susah dan memicu kemarahan Anda, ikuti saran McKay: Daripada berpikir, mengapa dia melakukan ini pada saya? Fokus pada anak; mungkin ada alasannya. Apa dia lapar, bosan, lelah, atau ingin diperhatikan? Coba penuhi keinginannya dan jangan terbawa emosi.

-Catat kemarahan Anda saat Anda terbawa emosi. “Lihat polanya — jam saat Anda paling marah? Situasinya? ujar Deffenbacher. “Setelah Anda menemukan inti penyebab kemarahan Anda, minta pendapat mengatasinya.” Anda bahkan bisa melibatkan anak Anda, katakan: “Saya sangat kesal jika kamu tidak mengerjakan tugasmu, bagaimana supaya membuat situasi ini lebih baik? Dengan membiarkan anak memberi pendapat, Anda mendorong mereka menjadi bagian dari solusi.

-Kurangi pertengkaran rumah tangga, “Pada saat yang tenang, Anda dan pasangan harus setuju untuk mengatasi argumen secara berbeda, ujar Deffenbacher. “Jangan bertengkar di depan anak. Buat kode ketika Anda sangat marah, dan biarkan sinyal itu menjadi tanda kalau Anda ingin membahasnya nanti secara pribadi ketika suasana sudah tenang.”

-Katakan emosi Anda dengan jelas, ketika anak atau orang asing membuat Anda marah, katakan “Wow, orang itu memotong jalanku — tidak sopan! Mungkin dia ada keadaan darurat atau tidak melihatku. Apa pun itu dia tidak akan merusak hariku.” ujar Deffenbacher. Dengan melakukan itu, Anda memberi contoh bagaimana mengatasi rasa frustasi sehari-hari. Dan bagaimana mengontrol emosi, sebelum Anda dikontrol emosi.

Oleh Julie Taylor / sumber : id.she.yahoo.com

Berbagai Macam Sikap Orang Terhadap Kehidupan Dunia

 Berbagai Macam Sikap Orang Terhadap Kehidupan Dunia

Oleh: Ahdanan Shaleh

Saudaraku, berbagai macam sikap orang terhadap kehidupan dunia ini, baik terhadap pekerjaan, kekayaan atau kedudukannya. Di antara mereka ada yang beruntung dan ada pula yang merugi. yang beruntung tentu orang-orang yang paham dengan berbagai syari’at Allah dan melaksanakannya, sementara yang merugi adalah orang-orang suka dan terbiasa melanggar aturan syari’at. supaya pekerjaan, kekayaan dan kedudukan membawa keberuntungan maka ada lima hal yang perlu dilakukan:

Pertama, yaitu orang yang dengan pekerjaan, kekayaan atau kedudukannya, ia beramal shaleh. Karena yang akan ia bawa ke akhirat adalah amal shaleh dan ketakwaan.

Kedua, orang yang dengan pekerjaan, kekayaan atau kedudukannya membangun nama baik untuknya. Apa artinya jika semua itu malah menjadikan namanya buruk.
Rasulullah Saw. menghendaki agar umatnya bisa menjaga kehormatan dan harga diri selama berada di dalam kebenaran. Bahkan jikapun perlu mengeluarkan harta demi membela kehormatan diri, maka itu dianjurkan jika apa yang ia lakukan itu dalam rangka mengungkap kebenaran. Rasulullah Saw bersabda, “Peliharalah untuk menjaga diri kamu dengan harta kamu.” (HR. Ad Dailami).

Ketiga, orang yang dengan pekerjaan, kekayaan, atau kedudukannya, semakin menambah ilmu dan kedekatan dengan Allah Swt. Apalah artinya pekerjaan, kekayaan, dan kedudukan jika menjauh dari Allah.Harta akan menjadi alat untuk mendekatkan diri kepada Allah manakala harta tersebut dibelanjakan sesuai dengan petunjuk-Nya. Allah Swt. berfirman, “Dan, perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimispun (memadai)..” (QS. Al Baqarah [2]: 265).
Keempat, orang yang dengan pekerjaan, kekayaan, atau kedudukannya, semakin menambah silarutahim. Apalah artinya pekerjaan, kekayaan, kedudukan tinggi, jika menjadikan dirinya semakin jauh dari orang-orang, atau malah mendatangkan kebencian dari orang lain.Semakin banyak saudara, semakin bahagialah kita. Karena ketika silaturahim terjalin baik dengan orang lain, maka akan terjadi saling berbagi ilmu dan pertolongan. Semakin banyak saudara, semakin beruntung. Sebaliknya, semakin banyak musuh, semakin rugi.

Kelima, orang yang dengan pekerjaan, kekayaan, atau kedudukannya, semakin menebar manfaat untuk orang lain.

Jangan sampai dengan pekerjaan, kekayaan dan kedudukan membuat kita menjadi orang yang sombong, memkasa atau menekan orang untuk berbuat yang tidak diredhoi Allah Swt, yang pada akhirnya akan berbuat Pujur, Syaqiyun dan Zdolilun,

Semoga bermamfa’at….

7 Rahasia Mendidik Anak

7 Rahasia Mendidik Anak

Oleh: Ustdz Farid Ahmad!

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

LELAKI TERBAIK ADALAH…

LELAKI TERBAIK ADALAH ..

Ustad Yusuf Mansyur

(※)LELAKI TERBAIK ADALAH SUAMI YANG MEMULIAKAN ISTRINYA.
(※) SUAMI YANG SELALU MENGUKIRKAN SENYUMAN DI WAJAH ISTRINYA.
(※)SUAMI YANG MENJADI QAWWAM ISTRINYA. YANG BEGITU TANGGUH MENCARIKAN NAFKAH HALAL TUK KELUARGA.
(※) SUAMI YANG TAK LELAH BERLEMAH LEMBUT MENGINGATKAN KESALAHAN ISTRINYA.
(※)SUAMI YANG MENJADI SEORANG NAHKODA KAPAL KELUARGA, MENGARUNGI SAMUDERA AGAR SELAMAT MENUJU TEPIAN HAKIKI “SYURGA”.
SubhanaAllah,,,
Masih Adakah Lelaki Baik Di Zaman Ini ??
InsyaAllah Masih Banyak Dan Diantara Lelaki
Tersebut Adalah Dia yang Berkomentar
“Insya’Allah”

Semoga Wanita Yang Mengucap “Aamiin” , Dialah Wanita Yang Akan di Imami dan di Jaga nya.
Aamiin Yaa Rabbal’alamin,,,,

Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari. Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal’alamin

7 Kemuliaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di dalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah. Sehingga menjadikan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, patut diupayakan oleh setiap muslim yang beriman. Sehingga kemuliaan bulan ramadhan bisa kita capai dengan sempurna.

 

 

 

Menggapai kemuliaan ramadhan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari mulai beriktikaf di siang hari tatkala puasa, berbagi rizki dengan menyediakan takjil bagi orang yang berpuasa ataupun dengan memenuhi malah di bulan ramadhan dengan amalan-amalan mulia dengan memperbanyak tahlil, tahmid dan amalan-amalan yang ditujukan untuk mengagungkan Allah subhanahu wata’ala.

 

Oleh karenanya kita sebagai umat muslim sudah seharusnya tidak melewatkan kemuliaan bulan ramadhan dengan kegiatan yang sia-sia, agar lebih termotivasi menjalani bulan puasa dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri, mari kita ketahui bersama apa sajakemuliaan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah.

 

 

 

Di antara sedikit kemuliaan bulan ramadhan adalah sebagai berikut :

 

 

 

1. Bulan Diturunkannya Al-Quran

 

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185 yang artinya:

 

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

 

 

 

2. Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

 

Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh dan kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai sebagai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam Hadist:

 

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

 

 

 

3. Bulan Pernuh Keberkahan

 

Pada bulan puasa seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi. seperti hadits dibawah ini:

 

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

 

 

 

4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

 

Pada bulan Ramadhan juga seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir. Sesuai Hadist Shahih:

 

 

 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

 

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

 

 

 

5. Pintu Surga Ditutup, Pintu Neraka Ditutup

 

Selebar-lebarnya pintu untuk kembali ke jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka bagi umat Islam. Sesuai Hadist dibawah ini:

 

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

 

 

 

6. Bulan yang Mendidik untuk Mencapai Ketaqwaan

 

Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan dapat membimbing umat Islam mencapai ketawaan. Sesuai surat dalam Al-Quran yang artinya:

 

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)

 

 

 

7. Terdapat Malam Lailatul Qadar

 

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu-waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana malam tersebut baik diisi doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun pada umat Islam pada malam Lailatul Qadar tersebut.

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

 

Demikian 7 Kemuliaan Bulan Ramdhan  yang dijanjikan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. Semoga kita dapat meraih kemuliaan bulan ramadhan tersebut dengan sempurna. Amiin

 

Sumber lain :

 

Fadhilah Sedekah di Bulan Ramadhan

 

9 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

 

Label :

 

keutamaan puasa ramadhankeutamaan bulan suci ramadhankeutamaan bulan ramadhankemuliaan bulan ramadhankeutamaan puasa romadhonkeutamaan puasa ramadankeutamaan bulan puasa ramadhanKemuliaan Bulan Suci Ramadhankeutamaan puasa di bulan ramadhan

Source

http://direktorikhutbahjumat.blogspot.com/2014/07/7-kemuliaan-bulan-ramadan.html